Ini alasan mengapa publikasi artikel kita ditolak jurnal (1)

Salah satu kinerja peneliti adalah kuantitas dan kualitas publikasi penelitian. Jika anda peneliti, coba hitung, berapa persen dari total penelitian Anda yang dipublikasikan. Dari total yang terpublikasi, coba hitung lagi berapa banyak yang terpublikasi di jurnal internasional bereputasi. Jika proporsinya sangat kecil, Anda tidak sendiri. Banyak yang punya pengalaman serupa. Lalu apa masalahnya sehingga sulit menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi?

Masalahnya sebenarnya sederhana, yaitu ARTIKEL PREMATUR

Seperti apa artikel yang prematur itu? Artikel prematur adalah artikel yang belum sesuai standard jurnal yang dituju, sehingga dianggap premature, alias artikel yang terburu-buru dikirim ke jurnal sebelum LAYAK KIRIM. Karena belum sesuai standar dari jurnal, sehingga potensi tertolak, atau rejected, menjadi sangat besar. Menurut Bradbury (2012), persentasi artikel yang tertolak lebih besar daripada yang diterima. Dia mencontohkan di jurnal “Accounting & Finance”, dari 100% artikel yang masuk, artikel yang akhirnya diputuskan tertolak adalah 65.8%. Persentase ini sangat besar dibandingkan persentase artikel yang diterima, hanya 21.1%. Selisihnya, yaitu 13.1% adalah artikel yang withdrawn (ditarik oleh authornya).

Agar tidak prematur, pastikan dulu artikel yang akan dikirim telah memenuhi standard publikasi. Ada semacam pre-submission checklist yang harus betul-betul dicermati oleh penulis. Bradbury (2012) mendeskripsikan checklist agar artikel memenuhi standar publikasi.

  1. Peer Review: apakah artikel sudah pernah dipresentasikan dalam conference? apakah saran dan koment dari audience di conference sudah ditindaklanjuti dalam artikel?
  2. Editing: apakah struktur, terminologi, tata bahasa telah sesuai dengan author guidelines di jurnal yang dituju?
  3. Journal choice: apakah artikel cocok dikirimkan ke jurnal tersebut? berapa kali Anda mengutip artikel-artikel dari jurnal itu di artikel yang akan Anda kirimkan? apakah artikel Anda berkontribusi untuk menambah value dari literatur di jurnal tersebut?
  4. Title: Sudah cocokkan judul artikel dengan isi artikel?
  5. Objective, motivation, contribution: apakah bagian ‘introduction’ sudah mencakup ‘what was done, what was found, why it was done, what it adds to the literature’? Apakah introduction sudah ditulis secara ringkas, kurang dari 4 halaman? (4 halaman bukan aturan baku, namun pastikan introduction ditulis ringkas dan padat)
  6. Story: Apakah story nya ditulis dengan menarik hingga menimbulkan ekspektasi untuk membaca lebih jauh? Apakah story diskusi sudah memadai untuk menjawab hipotesis/research questions?
  7. Data: apakah ada penjelasan yang memadai tentang pengambilan data dan kriteria sample?
  8. Analysis, results: apakah semua variabel sudah dideskripsikan? Apakah hasil statistik telah menguji/menjawab semua hipotesis/research question?
  9. Referencing: Apakah style citation sudah konsisten? Apakah ada reference yang belum disitasi di main article? apakah reference style sudah sesuai dengan journal guidelines? apakah reference sudah updated?
  10. Re-submission: Apakah komentar dari editor dan reviewer sudah ditanggapi dan ditindaklanjuti? Apakah tanggapan sudah ditulis dengan jelas?

Itu adalah beberapa checklist yang perlu untuk dicermati penulis, sebelum memutuskan untuk mengirimkan artikel ke jurnal. Dengan memperhatikan checklist tersebut, artikel menjadi tidak PREMATURE dan potensi untuk terpublikasikan menjadi lebih besar

Source: Bradbury, M.E., (2012), Why you don’t get published: an editor’s view, Accounting and Finance, 52, pp: 343-358.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s