Tips Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi

Jika Anda berprofesi sebagai dosen atau peneliti, tentu tidak asing dengan publikasi. Meski terdengar familiar, namun tidak sedikit peneliti yang kesulitan untuk mempublikasikan hasil pemikiran atau hasil penelitiannya di jurnal internasional bereputasi.

Indikator jurnal internasional bereputasi versi kementerian riset dikti adalah jurnal tersebut terindeks di laman Thomson ISI Knowledge atau di Scopus SJR Journal Ranking atau Microsoft academic search. Jika tidak, maka dianggap questionable journal.

Nah, sekarang bagaimana tips untuk bisa publikasi di jurnal internasional bereputasi?

Kemarin saya mendapat kesempatan mengikuti meet and greet dengan editor Springer Nature https://www.springernature.com

Springer Nature adalah salah satu publisher jurnal dan buku terbesar di dunia, yang misinya “…dedicated to providing the best possible service to the whole research community. We help authors to share their discoveries; enable researchers to find, access and understand the work of others and support librarians and institutions with innovations in technology and data” (www.springernature.com)

Yang khusus hadir sebagai pemateri adalah editor Springer, Anton Vanrensburg. Karena ingin tahu tips lolos publikasi dari sudutpandang editor jurnal, saya semangat mengikuti acara ini.

Anton adalah editor professional yang menangani beberapa jurnal Springer kelas wahid . Contohnya, jurnal NATURE. Jurnal ini sangat diminati. Artikel yang dimuat di jurnal Nature adalah artikel yang benar-benar top quality. Tingkat rejectionnya sangat tinggi. 98%. Artinya, kita punya kesempatan 2% saja untuk diterima di jurnal Nature. Who knows? wanna try? Saya mencoba cek jurnal ini versi SJR journal rankings. Jurnal Nature masuk Q1 dengan H index 1052. WOW.

Agar mudah dipahami, saya merangkum presentasi Anton dalam bentuk QA.

Question: Apa yang dicari oleh editor dalam artikel kita?

Answer:
1. Novelty (sesuatu yang unik, ada nilai kebaruan) : first report on the subject, extending previos studies, largest study of the question, confirmatory data

2. Importance/relevance : dampak/significance dari penelitian kita

3. Technical quality : pastikan sebelum submit, authors mencermati website jurnal, baca instruction for authors dan scopenya. Language quality juga sangat menentukan. Minta orang lain membaca tulisan sebelum disubmit. Jika Bahasa inggris adalah second/foreign language bagi si Authors, pastikan tulisan sudah diproofread secara profesioal

4. Abstract : pertama dan (seringkali) satu-satunya bagian artikel yang dibaca oleh editor, sebelum memutuskan meneruskan ke reviewer atau langsung di reject. Pastikan abstrak sudah memuat lengkap intisari dari seluruh tulisan.

5. Judul : ini masalah selera menurut saya. Judul harus relevan. Kebetulan Anton ini kurang suka dengan judul yang terlalu bombastis, atau dalam bentuk kalimat tanya. Dia lebih suka judul yang mengandung unsur intervention, design, subject.

6. Introduction : mengapa penelitian semacam ini penting, apa gap-nya, tujuannya apa

7. Methods dan results : harus matched. Jangan sampai memberikan results yang tidak ada di method, dan jangan menulis methods tanpa ada resultnya

8. Discussion : harus bisa menjawab dan menjelaskan research question secara objective, bagaimana komparasinya dengan studi yang lain, mengapa hasilnya (misalnya) berbeda, apa limitation-nya. harus mendiskusikan semua hasil dan implikasinya

9. Conclusion : harus kuat dan definite, jangan mengulangi bagian hasil dan diskusi yang sudah ditulis sebelumnya, harus singkat

10. References : current, dan yang terpenting adalah, reviewer artikel kita biasanya diambilkan dari salah satu penulis yang tercantum di reference kita. Pastikan reference nya akurat

11. Acknowledgement : funding, writing assistance

Question: jika ada revisi, apa yang akan di lihat editor selanjutnya?

Answer:

  1. revisi telah sesuai dengan komen yang diberikan reviewer
  2. revisi tidak hanya menerima semua kritik, asalkan kita cukup memberikan alasan yang jelas, editor OKE
  3. revisi harus ditunjukkan dengan jelas, dimana letak perubahannya di artikel (bisa menggunakan tracked change)

Question: keputusan final artikel kita diterima atau ditolak ada di editor atau reviewer?

Answer: keputusan final ada di tangan editor.

Jadi seperti itulah intisari dari penjelasan editor Springer tentang tips lolos publikasi di jurnal internasional bereputasi. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s