Membuat Timeline Skripsi/Thesis/Disertasi

Sedang menulis skripsi, thesis, atau disertasi? Pasti ada saat dimana kita merasa “blank”. Mulai muncul pertanyaan yang berdenging macam lebah muter-muter di telinga. Contoh:

  1. Sudah sekian bulan/tahun berlalu kok seperti tidak ada progress
  2. Kok bisa ya temen seangkatan sudah publish sana sini. Aku kok NOL. Gimana cara kerja dia?
  3. Loh, tinggal sebentar lagi harus submit…kok belum ada yang beres….(panic mode on)
  4. Ini justru yang parah: merasa asyiik aja ga ada yang nagih deadline, ga ada yang nanyain progress. Sekian bulan/tahun happy dengan kebebasan masa2 thesis, trus tiba-tiba baru sadar, bingung mo mengerjakan apa.

Nah, ada sesuatu yang harus dikoreksi nih. Barangkali keteledoran kita adalah ‘TIDAK MEMBUAT TIMELINE’. Pentingkah timeline? Super penting. Dengan timeline yang jelas, kita tahu apa target kita. Pekerjaan A harus dimulai kapan dan diselesaikan kapan. Ini DISIPLIN hidup namanya. Ada sih tipe orang yang udah disiplin dari sononya, namun kebanyakan orang harus dibuat sistem dulu untuk mendisiplinkan dirinya. Membuat timeline adalah ikhtiar agar kita tetap ON THE RIGHT TRACK.

Emang beda ya kuliah biasa dengan saat menempuh skripsi/thesis/disertasi?

Jelas berbeda. Skripsi, tesis dan disertasi adalah pekerjaan individual mandiri. Kuliah biasa terprogram secara sistematis. Asalkan dosennya telah memberikan silabus, kita tinggal mengikuti alur perkuliahan sesuai silabus dosen. Penugasan, jadwal ujian tengah semester dan akhir semester telah ada. Tinggal memacu semangat belajar saja.

Bagaimana dengan skripsi, tesis dan disertasi? Biasanya ketika menempuh ini, problem emosi justru mendominasi daripada unjuk intelektual. Jika tidak diplanning dengan baik, tiba-tiba tanpa disadari beberapa semester telah berlalu tanpa melakukan apapun. Tidak ada kemajuan sama sekali. Jika dosen pembimbing anda rajin, dia akan terus mengingatkan.  Anda beruntung jika punya pembimbing macam ini. Sayangnya lebih banyak dosen pembimbing yang cuek daripada yang seperti alarm. Mereka akan menunggu kita untuk menunjukkan progress. Pada awalnya mungkin akan terasa ringaan dan menyenangkan punya dosen pembimbing dengan tipe ini. Namun jika tidak diset alarm bagi diri sendiri, jangan heran jika anda telah menyia-nyiakan waktu tanpa melakukan apapun. Timeline mirip alarm.

Bagaimana cara membuat timeline? Sebelum baca caranya bagaimana, yang harus diingat  ‘TIMELINE TERBAIK ADALAH YANG DILAKSANAKAN’ 

Detil cara pembuatannya bisa dilihat di artikel ‘Cara Membuat Timeline

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s