Cara Membuat Paspor Bayi

Bayi? dibuatin paspor? mo kemana adek bayi? Yang jelas si bayi pasti akan ikut orang tuanya ke luar negeri. Macam-macam urusannya. Berdasarkan tinjauan selayang pandang di imigrasi..hihi…bayi atau balita yang dibuatkan paspor adalah karena ikut ortunya ke luar negeri untuk umroh, atau ortunya pindah kerja di luar negeri, atau ikut ortu yang studi di luar negeri. Alasan terakhir ini yang membuatku harus segera urus paspor bayi ku di imigrasi.

Mengurus paspor bukan kali pertama ini saja. Sudah beberapa kali berjuang mengurus paspor mulai dari pasporku sendiri, paspor suami, paspor anak-anak, dan paspor orang tua. Berjuang? yes karena ke imigrasi bukan perkara mudah. Di kantor imigrasi malang misalnya, dari sekian kesempatan urus paspor ternyata prosedur antriannya beda-beda.

Pernah saat urus paspor untuk suami dan 3 anak, datang pagi jam 8 karena kantor kan bukanya jam 8. Sampai di imigrasi eh sudah habis antriannya. Kok bisa? Tukang parkirnya dengan santai bilang kalau ambil nomor antrian dimulai jam 2 pagi. Uhuk…langsung seperti sesak napas deh..mengingat anak2 sudah terlanjur diijinkan tidak sekolah, eh tertolak sejak di parkiran.

Ada lagi cerita saat urus paspor orang tua, lewat jalur online. Begitu sampai imigrasi, ternyata lautan orang sudah berjubel. Yang bikin nyesek adalah tidak ada perbedaan jalur online dan jalur manual yang langsung datang ke imigrasi. Akhirnya saat itu aku ambil kesimpulan lebih baik lewat jalur manual saja daripada online. Lah ngapain repot2 online jika musti antri bareng dengan yang manual. Padahal yang lewat jalur online sudah bela-belain mantengin websitenya imigrasi yang aduhai lemot saat masuk ke link nya paspor online, trus harus bayar lunas dulu. Udah bayar kadang sistem onlinenya belum juga connect hingga ga dapat konfirmasi lunas pembayaran. Macem2 lah masalahnya si online ini. Udah beres aja, begitu sampai imigrasi ..eh…ternyata tidak dibedakan antriannya dengan yang jalur manual. Ampun deh.

Dengan segala suka duka urus paspor sebelumnya, yang urus paspor bayi ini agak deg-degan juga. Tapi dalam hati komat kamit doa terus semoga sistemya lebih baik.

Daaan ternyata memang lebih baik. Senaang sekali. Bagaimana prosesnya?

Karena bayiku benar-benar bayi newborn, maka harus urus akta lahir dan KK dulu. Aku butuh waktu 3 minggu sampai akta lahir dan KK jadi. Pastikan nama bayi di akta lahir dan KK sama ya. Setelah itu, siapkan dokumen2 untuk ke imigrasi

1. Akta lahir (asli dan copy)

2. KK (asli dan copy)

3. Buku Nikah (asli dan copy). copy buku nikah adalah halaman yang ada fotonya dan halaman berikutnya setelah foto. jadikan satu lembar.

4. Paspor ibu dan ayah (asli dan copy). copy paspor ibu dan ayah jadikan satu lembar saja. Cukup halaman pertama yang ada fotonya

5. KTP ibu dan ayah (asli dan copy). copy KTP ibu dan ayah jadikan satu lembar.

Semua copy adalah di kertas A4.

6. Materai 6000 (2, satu ditempel di surat kuasa dan 1 ditempel di form yang diisi di imigrasi)

Saat pertama datang ke imigrasi, tidak langsung sukses lho. Padahal sudah bawa newborn baby..hiks. Kesalahanku adalah: tidak membawa ayah si bayi. Loh memangnya ayah dan ibu harus datang ya ke imigrasi? yes…duh padahal si bapak kan kerja. Ternyata bisa kok si ayah tidak datang, namun harus bawa surat kuasa yang menyatakan kalau si ayah memberi kuasa kepada si ibu untuk mengurus paspor bayinya. Format surat kuasanya bebas, buat sendiri. Beri materai 6000 di tandatangan pemberi kuasa. Jangan lupa juga untuk bawa KTP ASLI si ayah. Tidak boleh copy ya.

Hari kedua ke imigrasi, aku sudah siap dengan semua dokumen yang dipersyaratkan. Dicek oleh petugas immigrasi, lengkap, lalu diberi map berisi form yang harus diisi. Jika form sudah diisi, kita bisa minta nomor antrian untuk wawancara dan foto. Setelah dapat nomor antrian, aku dan bayi duduk manis di ruang tunggu. Untungnya ruangan sejuk..dingiin..jadi si baby bisa betah tidur terus.

Tiba saatnya wawancara dan ambil foto. Wawancaranya simple, ditanya untuk keperluan apa si bayi dibuatkan paspor. Lanjut ke foto. Karena bayii banget, maka bayi dibaringkan di atas meja yang sudah dialasi kain putih. Nah…proses ini yang paling lama. Babyku tiduuur manis banget. Padahal syarat foto paspor bayi harus buka mata. hihi..petugasnya dengan sabar bin telaten goyang goyang badan bayi sambil bilang: Assalamualaikum adek…bangun dong..yuk..buka mata sebentaaar aja…mo di foto. Tetap tak bergeming. Butuh waktu sekitar setengah jam sampai akhirnya adek bayi buka mata sedikit. Secepat kilat petugas imigrasinya bak fotografer ulung jeprat jepret gak mau kehilangan momen berharga. Alhamdulillah berhasil deh fotonya.

Setelah itu aku mendapat secarik kertas Bukti Pengantar Pembayaran berisi keterangan jumlah yang harus dibayar ke bank. Disitu tertera Rp 355.000. Paspor dapat diambil 4 hari kerja setelah tanggal pembayaran dengan membawa Bukti Pengantar Pembayaran dan tanda bukti pembayaran.

Selesai. Begitu prosesnya. Total waktu di kantor imigrasi sekitar 2 jam. Ini rekor tercepatku urus paspor.

Yang bikin salut urus paspor kali ini adalah sudah ada jalur antrian khusus untuk bayi/balita, ibu hamil dan lansia. Jadi tidak perlu ambil nomor antrian di pagi buta seperti sebelumnya. Horee…Alhamdulillah

Paspor Biasa Republik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s